Kalangan anak muda sekarang lagi maraknya investasi karna mendapatkan hasil yang besar, tetapi mereka tidak tau bagaimana cara main nya investasi dan disitulah munculnya ke fomo an, tetapi mereka tidak tau analisisnya nah disitulah awal kegagalan seorang invesment.
Kronologi kegagalan umum pemula adalah
- Ikut tren tanpa ilmu
Membeli saham atau aset kripto saat harga lagi naik karna memiliki jiwa yang tamak tetapi tanpa mereka tau itulah kesalahan pertama - Membeli dengan uang panas
memakai uang darurat kalo tidak pinjam uang sana sini agar mendapatkan putaran uang yang cepat. - Panik saat harga turun
langsung mnejual aset atau [ catt lose] di harga paling rendah karna takut rugi besar - Tidak punya strategi
Mengabaikan menajemen resiko dan tujuan keuangan jangka panjang
Data terbaru dari trading global bahwa 70-80% orang rugi di dunia ini hanya 2-3 yang berhasil meraih konsisten dari setiap 10 orang main akan ada 2 yang menang. Bahkan lebih ekstrim lagi, studi dari Securities and Exchange Board of India mengungkap bahwa 93% trader individual mengalami kerugian dalam perdagangan futures dan options antara tahun 2022-2024.
Kita Bisa Mengambil Dari Kisah 3 Orang Yang Mengalami Gagal Sangat Fatal
Si clsaper
Andi adalah seorang karyawan kantoran yang tergoda dengan janji profit harian dari scalping. Dia masuk market tanpa jurnal trading, melakukan lebih dari 50 transaksi setiap hari, dan overtrade setiap 15-30 menit berdasarkan feeling semata. Hasilnya Modal Rp 50 juta habis dalam 3 hari. Kasus Andi bukanlah pengecualian. Scalping memang menawarkan profit cepat, tapi juga risiko yang sangat tinggi. Banyak scalper pemula yang tidak memahami pentingnya disiplin eksekusi dan money management yang ketat. Mereka terjebak dalam siklus revenge trading ketika mengalami loss beruntun, yang justru mempercepat kehancuran akun mereka. Yang membuat kisah ini semakin tragis adalah Andi tidak pernah mencatat alasan entry dan exit, sehingga dia tidak bisa belajar dari kesalahan. Dia hanya fokus pada hasil jangka pendek tanpa membangun sistem yang sustainable untuk jangka panjang.
Si Fomo Hunter
Adalah treder crypto yang hanya mengandalkan sinyal dari grup telegram premium. dia tidak perang melakukan analisis sendiri dan selalu fomo ketika melihat suatu koin naik tajam. Puncaknya, dia all-in saat Bitcoin berada di ATH $69,000, lalu panik sell ketika harga turun 70% tanpa menggunakan stop loss sama sekali. Cerita Sari mencerminkan perilaku umum trader retail crypto. Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa dari sekitar 7 juta cryptocurrency yang terdaftar sejak 2021, 3,7 juta diantaranya telah “mati”. Ini menunjukkan betapa volatilnya dan berisiko tingginya market crypto, terutama untuk altcoin dengan kapitalisasi kecil.
Si Revenge Treder
Sebenanrnya dia bisa di bilang sangat mahir karna dia sudah menjalan treder selama 5 tahun. tapi kesalahan dia saat dia saudah banyak loss streak karna yang sudah dia kumpulin bertahun tahun cuman habis eminggu, suatu saat dia sangat emosi dan dia all-in kan uang nya semua untuk balas dendam market, ternyata dia tidak akan bisa lawan market dan uang yang dusah di kumpulkan bertahun tahun cuman habis seminggu dan dia pun sangat sangat terauma .
Baca Artikel Selanjutnya : Emerald Land Samarinda
kalo kamu mau jadi trader kamu harus catatan beberapa yang aku kasih ni
- selalu pakai stop-loss
- buat jurnal trading yang komprehensif
- fokus ke satu strategi yang benar benar mastery
- filter sinyal dari media sosial yang kuat
- cara menghindar dari nasib yang sama adalah
- ubah pikiran dari cuan cepat jadi cuan jangka panjang
- rutin baca artikel edukasi kredibel
- gabung komoditas edukatif, bukan pamer profit
